Selasa, 23 Juli 2013

FANBES Peringati Hari Anak Nasional(RADAR TEGAL)

FANBES Peringati Hari Anak Nasional
brebes
bumiayu


kersana
Puluhan anak yang tergabung dalam FANBES (Foum Anak Brebes) menggalang dukungan kepada masyarakat untuk pemenuhan hak anak di Kabupaten Brebes. Mereka meminta tanda tangan masyarakat yang ditemui di sejumlah pusat keramaian kota, Selasa (23/7).
Aksi simpatik ini dilaksanakan dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Puluhan anak itu berpencar berkelompok sambil membawa sehelai kain warna putih. Mereka menyambangi warga yang ditemui titik keramaian kota seperti alun-alun Brebes untuk meminta dukungan tanda tangan di kain warna putih.
"Kegiatan ini merupakan bentuk aksi galang 1000 tanda tangan HAN mendukung Brebes menjadi Kabupaten Layan Anak," ujar ketua panitia kegiatan, Rahmi Cahya didampingi Ketua FPA Adi Asegaf.
Selain dari Forum Anak Brebes (FANBES), kegiatan ini diikuti oleh  Forum Anak Kecamatan Brebes (FATANBES), Forum Anak Kelurahan Brebes (FORKLAB) dan Forum Anak Kecamatan Wanasari (FANARI).
Sementara pembina forum anak Dra Rini Pujiastuti mengatakan, kegiatan penggalangan 1000 tandatangan ini nantinya akan disampaikan kepada Pemkab Brebes agar terus meningkatkan kebijakan dan penyediaan sarana bagi pemenuhan hak anak di Kabupaten Brebes.
"Intinya mereka ingin hak anak terpenuhi, bisa menikmati jalan yang layak, fasilitas zebra cross, taman bermain gratis dan sebagainya. Nanti dukungan masyarakat ini akan kami sampaikan saat audiensi dengan bupati," katanya.
Menurut dia, sebelumnya Fanbes yang merupakan binaan dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes ini juga telah menggalang dana untuk koban gempa di Aceh dan Brebes. Sebagian hasil lain juga disumbangkan ke panti asuhan. "Kegiatan ini juga berbarengan dengan momentum puasa. Memberikan wadah yang positif untuk anak," ujarnya. (ismail fuad)

aksi 1000 tanda tangan untuk memperingati HAN 2013

Cerita Rangkaian Hari Ini ~ 23 juli 2013 ...

Mereka Memulai dari Sekretariat FPA Kabupaten Brebes.. Dengan Menyanyikan Lagu "Anak Merdeka" Mereka berjalan dan menghampiri Orang2 Dewasa Untuk Ikut Memberikan Tandatangan sambil Menjelaskan Dalam Rangka Mewujudkan Brebes Layak Anak, Serta Meminta Memberikan Harapan Untuk anak-anak dalam rangka HAN 2013.. sungguh semangatnya mereka.. 2 jam berjalan akhirnya berhenti di depan pendopo kabupaten.. mereka melanjutkan dengan membaca 10 butir Suara Anak Brebes dan Puisi Berjudul "Bangkit".. Tepuk Hak Anak dan Nyanyian Anak Merdeka Serta Kata2 Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia Selalu Mereka Ucapkan dan Teriakkan.. Akhirnya Aksi Hari Ini Di Tutup Dengan Buka Bersama di Alun2 Brebes dengan Mengumpulkan uang Rp. 5.000,- per anak.. Untuk Membeli Nasi Bungkus dan Es Teh.. Mereka Gembira.. Tak Ada sedikitpun raut letih/lelah di muka mereka.. semua tersenyum dan sambil menyantap makanan berbuka puasa.. mereka berbagi cerita akan melakukan halal bi halal Forum Anak Kabupaten Brebes.. sebagai kegiatan selanjutnya..
 








 

Senin, 15 Juli 2013

Aktivitas Fanbes di Awal Ramadan (Radar Brebes)

Forum Anak Brebes (Fanbes) bukan hanya sekedar kumpulan anak-anak sekolahan saja. Namun mereka memiliki segudang aktivitas kreatif dan sosial terhadap lingkungan sekitarnya, khususnya anak-anak. Seperti yang dilakukan di awal Ramadan ini, sejumlah kegiatan dari anak-anak Fanbes yang tersebar di 17 kecamatan dan desa mengisi kegiatan Ramadan mereka.
Mulai dari buka bersama, diskusi sambil ngabuburit dan bakti sosial, menjadi ajang kegiatan kreatif mereka sendiri. Sebagai komunitas anak, mereka juga mempunyai kepedulian terhadap lingkungannya, seperti membantu korban gempa di Aceh dan Salem, serta saling berbagi dengan anak-anak penghuni Panti Asuhan Putera Muslimat Brebes.
Untuk membantu korban gempa, Fanbes didampingi Forum Peduli Anak (FPA) melakukan penggalangan dana ke tengah masyarakat langsung. Seperti di persimpangan jalan, dan juga meminta bantuan kepada para dermawan dan donatur. Semuanya itu dilakukan dengan semangat untuk membantu dan berbagi bersama, khususnya bagi yang terkena musibah. Dari penggalangan dana tersebut, terkumpul Rp 3,368 juta.
"Kegiatan ini merupakan salah satu rangkain Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang. Kita juga akan menggalang seribu tanda tangan untuk peduli terhadap anak," kata Rahmi Cahya Ardianti, Ketua Panitia Baksos Fanbes, yang juga siswi SMAN 1 Brebes.
Sementara Ketua Fanbes Nuzulul Vika Aulia, tema HAN yang akan datang yakni Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak sebagai Representasi Kabupaten Layak Anak. Dengan tema itu, katanya, anak-anak khususnya di Kabupaten Brebes akan semakin diperhatikan dengan dipenuhi hak-haknya.
Sementara salah satu pembina Fanbes, Dra Rini Pujiastuti menambahkan, kegiatan anak-anak Fanbes itu dilakukan dan direncanakan sendiri. Pihaknya hanya sekedar mendampingi dan mengarahkan saja. "Mereka sudah kreatif sendiri, dengan masing-masing kegiatan di setiap kecamatan yang ada, termasuk di lima desa layak anak," tandasnya.
Diharapkan, dengan kreativitas itu, mereka bukan hanya menjadi anak kreatif saja, tetapi juga bisa membantu dan bermanfaat bagi anak-anak yang lain, yang membutuhkan sentuhan dan bantuan. Seperti kegiatan di Panti Asuhan Putera Muslimat, mereka secara mandiri menggalang dana dan iuran untuk membantu kebutuhan anak-anak panti. Di antara buku, alat tulis dan sebagianya.
"Mereka juga mengajak anak-anak dengan permainan yang menyenangkan. Itu wujud kebersamaan anak-anak, apalagi ada juga penghuni panti yang pernah menjadi pengurus Fanbes, yakni Wal Ikhrom," ujarnya.
Sementara Ketua Forum Pendamping Anak (FPA) Brebes Adi Assegaf mengaku bahagia dengan kegiatan adik-adiknya tersebut. Selain kreatif, mereka juga mandiri dengan kegiatan yang tanpa dibiayai dari anggaran daerah. "Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan donatur yang telah membantu kegiatan anak-anak Fanbes," ujarnya. (m riza pahlevi)

Bakti Sosial Panti Putera Muslimat

wah.. kita-kita mau sharing nih.. tentang kegiatan kita pada tanggal 13 juli 2013 dan 14 juli 2013..
kita disini senang sekali. karena dalam acara ini kita mengumpulkan beberapa Forum Anak dari kecamatan, dan kelurahan ada dari kecamatan kersana, bumiayu, brebes, ketanggungan, kelurahan brebes, dan lain2.. dan yang paling bahagia lagi kita kedatangan 2 perwakilan FA dari pekalongan.. kita juga sangat ber antusias mengikuti kegiatan bakti sosial ini.. selain menambah pengertahuan, pengalaman, dan kita juga bisa sedikit demi sedikit menjadikan kabupaten kita tercinta ini ( Kab. Brebes ) kabupaten layak anak.. wahh... seru yah pastinya. karena bagaimanapun anak masa depan bangsa.. okey... dari pada kelamaan langsung aja...

*Pada tanggal 13 juli 2013
         Tepatnya hari sabtu dan hari itu hari puasa :D wahh.. cukup menguras tenaga juga yah, tapi semngat kita tak berkurang kita tetap semangat.. dihari itu kita berembuk untuk acara tanggal 14 julinya.. kita sama-sama berkumpul, membahas apa aja yang yang kita kasih untuk panti itu, lalu berapa dana yang kita butuhkan.. terpikir awalnya kalau kita memberi sembako dan atau berbuka bersama tentu kita akan membutuhkan modal / biaya yg cukup besar dalam situasi saat ini.
eeemmm....., muncullah gagasan untuk menyumbangkan buku bacaan yg kita punya dan perlengkapan belajar lainnnya, (buku tulis & Pena) - serentak mereka bersepakat dan mulailah mengumpulkan buku-buku bacaan yg ada di rumah masing-masing anak anggota FA. baik di kecamatan dan di Kabupaten, wal-hasil terkumpullah beberapa buku tersebut, serta uang sumbangan sukarela dari anak untuk membelikan buku & pena. bila di lihat dari materinya, mungkin belum memadai, namun yg terpenting adalah SEMANGAT BERBAGI KASIH mereka, yg menjadi acungan jempol kita semua. ini dia kegiatan pada tanggal 13 juli 2013 :)



 


* Pada Tanggal 14 juli 2013

          Nah ini baru hari yang kita nantikan, dimana hari ini kita ber aksi buat bakti sosial di panti putera muslimat :) jam 07.30 kita sudah bersiap-siap untuk menuju ke panti :) dengan wajah ceria sekali kita bersemangat juga dan dalam kondisi puasa ( ya kita bisa menambah pahala kita ) dari beberapa FA ada beberapa anak yang menginap di rumah pendamping kita  :) kita sangat bangga... okeyyy... lanjutlagi :)
jam 08.00 kita menuju panti dan sampai sana wahhh kita kami sangat semangat sekalii.. jam 09.00 acara kita dimulai kita sangatt semangatt... yah walaupun apa yg kita kasih juga belum seberapa.. disana ada kegiatan, pembagian buku, membaca buku bersama, dan ada beberapa anak yang membacakan dongeng, lalu dilanjukan dengan game :) walaupun puasa-puasa tapi semngt kita tak kenall lelah :) apalgi ada anak panti bernama  Nadin, gadis kecil siswa SD ini sangat berani dan pandai membaca cerita dari buku-buku yg kita bawa. alhammmdullillah - :)   semoga bermanfaat.. inilah kegiatan kita di tanggal 14 juli 2013 :)


























Senin, 01 Juli 2013

Bupati Saksikan Deklarasi Suara Anak Brebes




Memperingati Hari Anak

BREBES – Hari Anak tahun 2013 tingkat Kabupaten Brebes diperingati salah satunya dengan menggelar dialog interaktif anak dengan bupati brebes. Ratusan anak yang terdiri dari perwakilan Forum Anak Brebes, Forum Anak Kecamatan, Forum Anak Kelurahan dan Desa di Kabupaten Brebes serta perwakilan siswa siswi SMA, SMP dan SD di wilayah Kecamatan Brebes, Kamis (20/6) pagi, memadati Pendopo Kabupaten Brebes.
Ratusan anak tersebut nampak bersemangat diberi kesempatan bertatap muka langsung dengan Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE beserta para Kepala SKPD di lingkup Pemkab Brebes.
Hampir sepanjang acara, berbagai yel-yel senantiasa dikumandangkan secara kompak. Salah satunya adalah yel “Tepuk Hak Anak!”.
“Tepuk Hak Anak!” teriak koordinator forum anak Brebes yang disambut serentak oleh peserta dengan yel balasan; “Hak Hidup!” plok-plok-plok, “Hak Tumbuh Kembang!” plok-plok-plok, “Hak Perlindungan” plok-plok-plok, “Hak Partisipasi!” plok-plok-plok, “MERDEKA!” plok-plok-plok.
Dialog interaktif bersama bupati brebes yang mengambil tema Anak Indonesia yang Sehat, Cerdas, Tangguh dan Mandiri dibuka dengan beberapa penampilan tim kesenian, di antaranya tari tradisional dari TK Handayani, tari tradisional dari sepasang siswi Sekolah Dasar Luar Biasa Brebes, serta tari modern ala korea dari siswi SMA Negeri 2 Brebes.
Bahkan, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE tak kuasa menitikkan air mata ketika puteri kembarnya, El Shinta dan El Shanti ikut menjadi pembuka acara dengan menyanyikan lagu “Bunda” yang dipopulerkan Melly Goeslow serta “Andaikan Aku Punya Sayap” yang dipopulerkan salah satu penyanyi cilik Dea.
Melihat sang bunda menangis, kedua puteri bupati juga ikut sesenggukan sembari menyelesaikan nyanyian mereka.
Kabupaten Layak Anak
Sementara itu, Bupati juga mengingatkan agar peringatan Hari Anak tahun 2013 tingkat Kabupaten Brebes juga bisa menjadi akselerator penyemangat untuk mencapai Kabupaten Layak Anak tingkat Utama. Semangat ini, kata Bupati harus terus digelorakan, karena selama beberapa tahun terakhir, masyarakat Kabupaten Brebes telah menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama juga Madya.
“Kini saatnya kita meningkat menjadi tingkat utama,” kata Bupati disambut tepuk tangan para peserta.
Menurut Bupati, berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk terus mewujudkan Kabupaten Brebes sebagai kabupaten layak anak, di antaranya adalah membentuk Forum Anak Kecamatan di 12 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, kemudian membentuk Forum Anak Desa dibeberapa desa, pelaksanaan Pemilihan Duta Anak Brebes, mengadakan lokakarya kelurahan dan desa layak anak, membentuk forum pendamping anak brebes, menguatkan dan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) bagi perempuan dan anak korban kekerasan di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes, fasilitasi kegiatan jambore anak brebes, kemudian secara berkala memberikan beasiswa GNOTA bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu serta berbagai kegiatan lainnya.
Sementara itu, pada kesempatan dialog interaktif yang menjadi inti acara, Bupati Brebes beserta para Kepala SKPD yang menjadi narasumber pendamping tampak bangga sekaligus terhenyak dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan anak-anak peserta kegiatan.
Mulai pertanyaan yang trenyuh hingga pertanyaan kritis sekaligus harapan dan kritik muncul dari anak-anak yang dengan lantang menyuarakan didepan bupati secara langsung. Fika, siswi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) misalnya, bertanya tentang pemberian makanan tambahan yang dirasa kurang. Fika bertanya dengan bahasa isyarat yang kemudian diterjemahkan oleh guru pendampingnya. Fika juga minta agar Bupati mau berkunjung secara rutin ke sekolahnya. Menengok tempat belajar Fika dan teman-temannya, kata Fika.
Sementara itu, Amanda Kheysta Imtinan, Siswi dari SD Negeri 3 Brebes menanyakan secara kritis ketidaktersedianya museum sejarah di Kabupaten Brebes. Amanda mengkritisi bahwa museum sejarah sangat penting bagi para generasi muda sehingga tidak melupakan sejarah.
“Bung Karno mengingatkan kita untuk “Jas Merah”, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kata Amanda.
Berbagai pertanyaan yang tidak diduga muncul dalam forum tersebut, mulai dari pertanyaan berapa jumlah anak sekolah yang drop out, terus langkah apa saja yang telah ditempuh Pemkab Brebes dalam menangangi anak bermasalah, hingga pertanyaan tentang kebijakan dua anak lebih baik.
Suara Anak Brebes
Selain berbagai penampilan kesenian juga dialog secara interaktif dengan Bupati dan para Kepala SKPD, pada kesempatan tersebut juga dibacakan Suara Anak Brebes oleh Forum Anak Brebes, berikut adalah Suara Anak Brebes yang dirumuskan dalam 10 klausul suara.
Suara Anak Brebes tahun 2013.
Pada hari Rabu, 19 Juni 2013, bertempat di Hotel Riez Pallace kota Tegal, kami anak Brebes melalui Jambore anak Brebes yang kami selenggarakan pada 19 juni 2013, merumuskan suara dan pandangan kami selaku anak Brebes.
1. Kami anak Brebes memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk memberikan kesempatan kepada kami berpartisipasi secara nyata dalam kegiatan Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota, serta dalam kegiatan yang terkait dengan pemenuhan hak anak.
2. Kami anak Brebes bertekad tidak bersikap diskriminasi kepada anak berkebutuhan khusus serta memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
3. Kami anak Brebes, memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk membuat dan menerapkan peraturan daerah tentang sekolah bebas rokok dan kami bertekad untuk membantu mewujudkan kawasan sekolah bebas rokok.
4. Kami anak Brebes menginginkan jaminan kebutuhan gizi dan fasilitas kesehatan untuk tumbuh kembang anak serta memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk memberikan keringanan atau pembebasan biaya  kesehatan bersyarat bagi anak Brebes yang membutuhkan.
5. Kami anak Brebes memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada anak-anak yang terkena bencana baik dalam segi materil maupun non-materil
6. Kami anak Brebes mengharapkan diperbanyak sekolah luar biasa ( SLB ) bagi anak berkebutuhan khusus.
7. Kami anak Brebes mengharapkan adanya kerjasama antara pemerintah, pihak sekolah dan siswa untuk membuat kebijakan dan peraturan sekolah dalam rangka optimalisasi partisipasi anak di sekolah.
8. Kami anak Brebes mengharapkan semua instansi pemerintah untuk bersepakat satu suara dan satu tindakan untuk pemenuhan hak anak.
9. Kami anak Brebes berharap adanya fasilitas pembuatan akte kelahiran gratis.
10.Kami anak Brebes bertekad untuk bekerjasama dengan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak dan mendukung Kabupaten Brebes layak anak.

Atas nama anak Kabupaten Brebes

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE menanggapi secara positif atas Suara Anak Brebes yang disampaikan Forum Anak Brebes. Menurut Bupati, Suara Anak Brebes adalah bagian dari perwujudan betapa cerdas, kritis namun tetap berakhlakul mulia dan peduli sesama dari para generasi muda Kabupaten Brebes

SEJARAH HAK ANAK


Bila kita berbicara mengenai Hak Anak maka kita harus mengetahui definisi dari anak terlebih dahulu. Adapun menurut Konvensi Hak Anak bahwa anak adalah setiap manusia yang berusia dibawah 18 tahun bahkan UUPA No. 23 Tahun 2002 mendefinisikan anak sejak di dalam kandungan untuk lebih memberikan perlindungan yang menyeluruh terhadap anak. Sejarah dari hak anak itu sendiri tidak terlepas dari beberapa rentang persitiwa berikut :
§  1923 : Seorang aktivis perempuan bernama Eglantyne Jeb mendeklarasika 10 pernyataan hak – hak anak yaitu hak akan nama dan kewarganegaraan, hak kebangsaan, hak persamaan dan non diskriminasi, hak perlindungan, hak pendidikan, hak bermain, hak rekreasi, hak akan makanan, hak kesehatan dan hak berpartisipasi dalam pembangunan.
§  1924 : Deklarasi hak anak diadopsi dan disahkan oleh Majelis Umum Liga Bangsa – Bangsa.
§  1948 : Diumumkan Deklarasi Hak Asasi Manusia.
§  1959 : PBB mengadopsi Hak – Hak Anak untuk kedua kalinya.
§  1979 : Disebut juga tahun anak internasional dimana tahun ini juga dibentuk satu komite untuk merumuskan Konvensi Hak Anak (KHA).
§  1989 : KHA diadposi oleh majelis umum PBB dan pada tanggak 20 November 1989 dimana KHA berisi 54 pasal.
§  1990 : Indonesia menandatangani KHA di markas besar PBB di New York.
§  1990 : Indonesia meratifikasi KHA melalui Kepres No. 36 Tahuun 1990 tanggal 25 Agustus 1990.
§  1990 : 2 September 1990, KHA disepakati sebagai hukum international.
§  1999 : Indonesia mengeluarkan UU No.30 tahun 1990 oleh HAM.
§  2002 : Indonesia mengeluarkan UUPA (Undang – Undang Perlindungan Anak) No. 23 Tahun 2002 yangterdiridari14 Bab dan 93 Pasal.

Dan sampai saat ini juga telah dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang bertugas mengawasi pemerintah maupun masyarakat dalam rangka pemenuhan hak – hal anak.


Rapat-Rapat FANBES


Rapat Fanbes

Hal                      :Evaluasi Program Kerja,persiapan penyematan pin
Tempat                :Bkkbpp kab Brebes
Tanggal                :Rabu,26 Desember 2012
Waktu                  :10.30 s/d 14.00


Susunan acara:

1.Pembukaan
2.Gema wahyu illahi
3.isi
4.penutup



Hasil Rapat

                A.Divisi Sosialisasi dan kampanye hak-hak Anak

1.Bekerjasama dengan dinas terkait dalam proses sosialisasi
Kemah Budaya SMA/SMK/MA Kab.Brebes
                Tempat                             :Kali Gua

                Tanggal                             :29 september 2012

                Waktu                              :19.00-19.15
                Uraian                               :Memaparkan Fanbes dan Fanjateng
                Hambatan                         :waktu yang sedikit
2.Pembentukan Forum Anak Kecamatan dan Desa/Kelurahan
Di 5 desa (salem,plompong,kretek,Penaggapan,Brebes)
                Tempat                              :Hotel Plaza
                Tanggal                              :17-21 juli 2012
                Hambatan                          : 2 forum anak masih fokum
3.Sosialisasi forum anak,KHA,UUPA,Hak Anak,dan Kewajiban Anak
Pada saat  Penerimaan Tamu Ambalan di SMA Negeri 1 Bumiayu
                Tempat                                :Aula SMA Negeri 1 bumiayu
                Tanggal                                :2 september 2012
                Waktu                                 :09.30-10.45
Hambatan                                :suasana kurang kondusif
Pada saat persami di SMP Negeri 1 Bumiayu
                Tempat                               :Lab.Bahasa SMP N 1 Bumiayu

                Tanggal                               :15 september 2012

    waktu                                 :16.00-17.00
4.Temu Ceria
                Tempat                              :pagojengan,paguyangan
                Tanggal                              :04 Agusutus 012
Waktu                                   :14.00-17.30
B.Divisi  Jejaring Hubungan  antar Lembaga
  1.Melakukan hubungan dengan lembaga lain,mengelola website,blog,dan group di facebook.
Juli
www.forumanakbrebes1.com dan www.forumanakbrebesfanbes.blogspot.com
Hambatan                                          :Kurang tersosialisasi dan disosialisasikan,postnya masih sedikit
C.Divisi Seni Budaya
1.Membuat Vokal Grup mengadakan pelatihan secara rutin setiap pertemuan
Akan dilaksanakan                :Mulai 25 desember 2012 sampai selanjutnya
Hambatan                             : Belum bisa mengkoordinir
D.Divisi potensi dan Pengembangan Anak
1. Membuat madding sebagai wadah kreasi bakat dan pengembangan potensi anak.


Rapat Fanbes
Hal          :Laporan hasil penyematan pin kepadas bupati sebagai  simbolisasi tanda cinta anak kepada orang tua
Tempat                :Bkkbpp kab Brebes
Tanggal               :Kamis,27 Desember 2012
Waktu                 :10.30 s/d 14.00


kata-kata dari ketua FANBES


ketua: nuzulul vika

Assalamualaikum.wr.wb

Teruntuk saudara saudara saya beraliran darah brebes,berkomitmen dalam fanbes,dan memperjuangkan aspirasi,dan kepentingan anak brebes.Sadarkah kalian berapa waktu yang lama dihabiskan untuk kita bertanggungjawab dalam forum anak brebes,saya tidak pernah menuntut kalian dengan sesuatu yang berat untuk fanbes..tapi kemauan,semangat,dan kesediaan kalian untuk fanbes sudah sangat berati buat saya,Jujur saja selama ini mungkin kalian kurang puas akan kepemipinan saya di fanbes,,tapi sebelum kalian langsung menyalahkan atasan kalian interopeksi dirilah dan bertanya kepada diri kalian,,apa yang sudah kalian lakukan buat fanbes,,bukan fanbes untuk kalian,,tapi kalianlah untuk fanbes,,
Teman teman berat memikul sebuah amanat itu,,tapi dari amanat itulah kita mengetahui pertanggungjawaban kita,,bukan hanya dihadapan anggota fanbes,,tapi dihapan allah aza wa jalla.Semangat kita memang turun dan naik seperti halnya manusia biasa,,tapi bukankah fanbes hanya mengambil sedikit waktu kalian dalam beberapa bulan saja,,jika ada masalh pribadi saya harap teman2 bisa profesional di fanbes.Jika ada yang lagi turun semangatnya,kita beri support,,jangan malu jadi pengurus fanbes,,karena sebenarnya banyak sekali tugas kalian..jangan merasa berat karena kita tidak bekerja sendiri,,konstribusi nyata bukan berati kita melaksanakan progam yang imajiner tapi sederhana yang penting dirasa oleh masyarakat sekitar,,berikut saya paparkan progam kerja yang sudah terlaksana di fanbes

Visi Misi FANBES

visi dan misi forum anak brebes(FANBES)
  • visi : menjadikan forum anak brebes sebagai organisasi pembentuk jati diri agar lebih baik
  • Misi: 
    • Menjadikan Anak Brebes mengerti tujuan hidup
    • Menggali potensi Anak Brebes
    • Memotivasi Anak Brebes agar terus belajar