Forum Anak Brebes (Fanbes) bukan hanya sekedar kumpulan anak-anak
sekolahan saja. Namun mereka memiliki segudang aktivitas kreatif dan
sosial terhadap lingkungan sekitarnya, khususnya anak-anak. Seperti yang
dilakukan di awal Ramadan ini, sejumlah kegiatan dari anak-anak Fanbes
yang tersebar di 17 kecamatan dan desa mengisi kegiatan Ramadan mereka.
Mulai
dari buka bersama, diskusi sambil ngabuburit dan bakti sosial, menjadi
ajang kegiatan kreatif mereka sendiri. Sebagai komunitas anak, mereka
juga mempunyai kepedulian terhadap lingkungannya, seperti membantu
korban gempa di Aceh dan Salem, serta saling berbagi dengan anak-anak
penghuni Panti Asuhan Putera Muslimat Brebes.
Untuk membantu korban
gempa, Fanbes didampingi Forum Peduli Anak (FPA) melakukan penggalangan
dana ke tengah masyarakat langsung. Seperti di persimpangan jalan, dan
juga meminta bantuan kepada para dermawan dan donatur. Semuanya itu
dilakukan dengan semangat untuk membantu dan berbagi bersama, khususnya
bagi yang terkena musibah. Dari penggalangan dana tersebut, terkumpul Rp
3,368 juta.
"Kegiatan ini merupakan salah satu rangkain Hari Anak
Nasional pada 23 Juli mendatang. Kita juga akan menggalang seribu tanda
tangan untuk peduli terhadap anak," kata Rahmi Cahya Ardianti, Ketua
Panitia Baksos Fanbes, yang juga siswi SMAN 1 Brebes.
Sementara
Ketua Fanbes Nuzulul Vika Aulia, tema HAN yang akan datang yakni
Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak sebagai Representasi Kabupaten Layak
Anak. Dengan tema itu, katanya, anak-anak khususnya di Kabupaten Brebes
akan semakin diperhatikan dengan dipenuhi hak-haknya.
Sementara
salah satu pembina Fanbes, Dra Rini Pujiastuti menambahkan, kegiatan
anak-anak Fanbes itu dilakukan dan direncanakan sendiri. Pihaknya hanya
sekedar mendampingi dan mengarahkan saja. "Mereka sudah kreatif sendiri,
dengan masing-masing kegiatan di setiap kecamatan yang ada, termasuk di
lima desa layak anak," tandasnya.
Diharapkan, dengan kreativitas
itu, mereka bukan hanya menjadi anak kreatif saja, tetapi juga bisa
membantu dan bermanfaat bagi anak-anak yang lain, yang membutuhkan
sentuhan dan bantuan. Seperti kegiatan di Panti Asuhan Putera Muslimat,
mereka secara mandiri menggalang dana dan iuran untuk membantu kebutuhan
anak-anak panti. Di antara buku, alat tulis dan sebagianya.
"Mereka
juga mengajak anak-anak dengan permainan yang menyenangkan. Itu wujud
kebersamaan anak-anak, apalagi ada juga penghuni panti yang pernah
menjadi pengurus Fanbes, yakni Wal Ikhrom," ujarnya.
Sementara Ketua
Forum Pendamping Anak (FPA) Brebes Adi Assegaf mengaku bahagia dengan
kegiatan adik-adiknya tersebut. Selain kreatif, mereka juga mandiri
dengan kegiatan yang tanpa dibiayai dari anggaran daerah. "Kita
mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan donatur yang telah
membantu kegiatan anak-anak Fanbes," ujarnya. (m riza pahlevi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar