Senin, 01 Juli 2013

Bupati Saksikan Deklarasi Suara Anak Brebes




Memperingati Hari Anak

BREBES – Hari Anak tahun 2013 tingkat Kabupaten Brebes diperingati salah satunya dengan menggelar dialog interaktif anak dengan bupati brebes. Ratusan anak yang terdiri dari perwakilan Forum Anak Brebes, Forum Anak Kecamatan, Forum Anak Kelurahan dan Desa di Kabupaten Brebes serta perwakilan siswa siswi SMA, SMP dan SD di wilayah Kecamatan Brebes, Kamis (20/6) pagi, memadati Pendopo Kabupaten Brebes.
Ratusan anak tersebut nampak bersemangat diberi kesempatan bertatap muka langsung dengan Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE beserta para Kepala SKPD di lingkup Pemkab Brebes.
Hampir sepanjang acara, berbagai yel-yel senantiasa dikumandangkan secara kompak. Salah satunya adalah yel “Tepuk Hak Anak!”.
“Tepuk Hak Anak!” teriak koordinator forum anak Brebes yang disambut serentak oleh peserta dengan yel balasan; “Hak Hidup!” plok-plok-plok, “Hak Tumbuh Kembang!” plok-plok-plok, “Hak Perlindungan” plok-plok-plok, “Hak Partisipasi!” plok-plok-plok, “MERDEKA!” plok-plok-plok.
Dialog interaktif bersama bupati brebes yang mengambil tema Anak Indonesia yang Sehat, Cerdas, Tangguh dan Mandiri dibuka dengan beberapa penampilan tim kesenian, di antaranya tari tradisional dari TK Handayani, tari tradisional dari sepasang siswi Sekolah Dasar Luar Biasa Brebes, serta tari modern ala korea dari siswi SMA Negeri 2 Brebes.
Bahkan, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE tak kuasa menitikkan air mata ketika puteri kembarnya, El Shinta dan El Shanti ikut menjadi pembuka acara dengan menyanyikan lagu “Bunda” yang dipopulerkan Melly Goeslow serta “Andaikan Aku Punya Sayap” yang dipopulerkan salah satu penyanyi cilik Dea.
Melihat sang bunda menangis, kedua puteri bupati juga ikut sesenggukan sembari menyelesaikan nyanyian mereka.
Kabupaten Layak Anak
Sementara itu, Bupati juga mengingatkan agar peringatan Hari Anak tahun 2013 tingkat Kabupaten Brebes juga bisa menjadi akselerator penyemangat untuk mencapai Kabupaten Layak Anak tingkat Utama. Semangat ini, kata Bupati harus terus digelorakan, karena selama beberapa tahun terakhir, masyarakat Kabupaten Brebes telah menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama juga Madya.
“Kini saatnya kita meningkat menjadi tingkat utama,” kata Bupati disambut tepuk tangan para peserta.
Menurut Bupati, berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk terus mewujudkan Kabupaten Brebes sebagai kabupaten layak anak, di antaranya adalah membentuk Forum Anak Kecamatan di 12 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, kemudian membentuk Forum Anak Desa dibeberapa desa, pelaksanaan Pemilihan Duta Anak Brebes, mengadakan lokakarya kelurahan dan desa layak anak, membentuk forum pendamping anak brebes, menguatkan dan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) bagi perempuan dan anak korban kekerasan di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes, fasilitasi kegiatan jambore anak brebes, kemudian secara berkala memberikan beasiswa GNOTA bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu serta berbagai kegiatan lainnya.
Sementara itu, pada kesempatan dialog interaktif yang menjadi inti acara, Bupati Brebes beserta para Kepala SKPD yang menjadi narasumber pendamping tampak bangga sekaligus terhenyak dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan anak-anak peserta kegiatan.
Mulai pertanyaan yang trenyuh hingga pertanyaan kritis sekaligus harapan dan kritik muncul dari anak-anak yang dengan lantang menyuarakan didepan bupati secara langsung. Fika, siswi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) misalnya, bertanya tentang pemberian makanan tambahan yang dirasa kurang. Fika bertanya dengan bahasa isyarat yang kemudian diterjemahkan oleh guru pendampingnya. Fika juga minta agar Bupati mau berkunjung secara rutin ke sekolahnya. Menengok tempat belajar Fika dan teman-temannya, kata Fika.
Sementara itu, Amanda Kheysta Imtinan, Siswi dari SD Negeri 3 Brebes menanyakan secara kritis ketidaktersedianya museum sejarah di Kabupaten Brebes. Amanda mengkritisi bahwa museum sejarah sangat penting bagi para generasi muda sehingga tidak melupakan sejarah.
“Bung Karno mengingatkan kita untuk “Jas Merah”, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kata Amanda.
Berbagai pertanyaan yang tidak diduga muncul dalam forum tersebut, mulai dari pertanyaan berapa jumlah anak sekolah yang drop out, terus langkah apa saja yang telah ditempuh Pemkab Brebes dalam menangangi anak bermasalah, hingga pertanyaan tentang kebijakan dua anak lebih baik.
Suara Anak Brebes
Selain berbagai penampilan kesenian juga dialog secara interaktif dengan Bupati dan para Kepala SKPD, pada kesempatan tersebut juga dibacakan Suara Anak Brebes oleh Forum Anak Brebes, berikut adalah Suara Anak Brebes yang dirumuskan dalam 10 klausul suara.
Suara Anak Brebes tahun 2013.
Pada hari Rabu, 19 Juni 2013, bertempat di Hotel Riez Pallace kota Tegal, kami anak Brebes melalui Jambore anak Brebes yang kami selenggarakan pada 19 juni 2013, merumuskan suara dan pandangan kami selaku anak Brebes.
1. Kami anak Brebes memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk memberikan kesempatan kepada kami berpartisipasi secara nyata dalam kegiatan Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota, serta dalam kegiatan yang terkait dengan pemenuhan hak anak.
2. Kami anak Brebes bertekad tidak bersikap diskriminasi kepada anak berkebutuhan khusus serta memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
3. Kami anak Brebes, memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk membuat dan menerapkan peraturan daerah tentang sekolah bebas rokok dan kami bertekad untuk membantu mewujudkan kawasan sekolah bebas rokok.
4. Kami anak Brebes menginginkan jaminan kebutuhan gizi dan fasilitas kesehatan untuk tumbuh kembang anak serta memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk memberikan keringanan atau pembebasan biaya  kesehatan bersyarat bagi anak Brebes yang membutuhkan.
5. Kami anak Brebes memohon kepada pemerintah Kabupaten Brebes untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada anak-anak yang terkena bencana baik dalam segi materil maupun non-materil
6. Kami anak Brebes mengharapkan diperbanyak sekolah luar biasa ( SLB ) bagi anak berkebutuhan khusus.
7. Kami anak Brebes mengharapkan adanya kerjasama antara pemerintah, pihak sekolah dan siswa untuk membuat kebijakan dan peraturan sekolah dalam rangka optimalisasi partisipasi anak di sekolah.
8. Kami anak Brebes mengharapkan semua instansi pemerintah untuk bersepakat satu suara dan satu tindakan untuk pemenuhan hak anak.
9. Kami anak Brebes berharap adanya fasilitas pembuatan akte kelahiran gratis.
10.Kami anak Brebes bertekad untuk bekerjasama dengan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak dan mendukung Kabupaten Brebes layak anak.

Atas nama anak Kabupaten Brebes

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE menanggapi secara positif atas Suara Anak Brebes yang disampaikan Forum Anak Brebes. Menurut Bupati, Suara Anak Brebes adalah bagian dari perwujudan betapa cerdas, kritis namun tetap berakhlakul mulia dan peduli sesama dari para generasi muda Kabupaten Brebes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar